Menemanimu di tiap musim yang berlalu
ada kalanya sedih dan sulit myang kita jalani
namun, kita juga alami tawa juga canda
perlahan kita adalah serpihan yang menyatu
bersama membentuk kepaduan
kita dalam saling memahami
kita dalam saling berbagi

Rupanya akan ada perpisahan
mungkin akibat dari pertemuan ini
apa kau merasa sedih?
Ya, aku sedih
tapi bukan untuk perpisahan ini
aku bersedih dalam terima kasih
atas segala yang terjadi bersamamu
atas yang berubah dari waktu ke waktu
rupanya tuhan telah merencanakan ini
aku masih merasa kau tetap bermakna
bahkan hingga kini
di ujung perjalanan di tempat ini

apa kau sanggup meneteskan kata?
aku ingin memberimu kata
sebelum yang lain membawa pergi
sebelum yang lain benar-benar terjadi

—sahabat—

itu kata untukmu
sebelum mengerling air mataku
maka berjanjilah
akulah seorang yang ada di hatimu
menjadi sahabatmu, selamanya…
dalam baris yang tak pernah terhapus
tak lekang hingga waktu menghabisi dirinya