selama ini yang aku sadar
aku ingin memelukmu diam-diam
saat kau lengah dari duniamu
saat itu mungkin lenganku mampu
menjamahmuapa kau sudi menyanyikan aku sebuah lagu?
tentang damainya hujan di sore hari
hawa bau tanah menderu hidung
menyiratkan kata yang tiada

kau itu pesona dalam satu sosok
melihatmu adalah sebagai perhiasan
melihatmu adalah sebagai yang bernapas
kadang kurindukan tatapan demi tatapan
mungkin bila sunyi ini terbahasakan

karena rindu itu pula aku melukismu
biar lengkung senyummu bersemayam
biarkan selama apa pun itu
biar selama maut belum merajam

aku berpesan pada langit
bila tetesan air sucinya meraba
aku ingin kau bermain lincah
selama deru menghujam bumi9
dan lihatlah setelahnya
setelah ini
setelah itu
setelah deru
apa kau sadar
di pojok timur sana…
pelangi…
melengkung,
senyummu…
melengkung,
riang dan senang
merona… merekah…

—inginnya aku hadir menemanimu kala itu—