April 28, 2011
Malam Permohonan
Kesendirian ini mengantarkan aku pada jejak itu
Melalui celah-celah jemari yang kumainkan
Aku menunjuk-nunjuk awan
Mereka berarak, menari, melukis
Ada kenangan yang ingin kusampaikan
Detik ini akan mempertemukan aku dengan malam
Sebuah kerinduan bagi sang penyanjung picisan
Kini tempatnya menjadi sangat jauh
Meski dalam satu sisi ada suatu keeratan
Aku memandang dalam goresan yang masih basah
Tercium aromna yang tak kunjung membuatku hidup
Apakah aku mati atau aku hidup
Kegamangan mengurungku dalam ruang dan waktu
Kini aku meyakini doaku pada Tuhan
Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhannya
Aku butuh satu malam dengan nafas yang panjang
Sebuah nafas yang larut dalam mimpi yang terbentang
Aku butuh sesuatu
Mungkin warna, nafas, dan hidup
Tuhanku, sungguh aku lemah
Sungguh aku ingin hidup
Sungguh aku butuh malam yang panjang
Bandung, 28 April 2011
yoto said,
October 31, 2011 at 3:27 am
Seperti biasa, faw lo selalu enak dibaca.